Pendidikan Anak Jalanan

Meningkatnya jumlah anak jalanan di Indonesia menjadi salah satu masalah yang menjadi perhatian pemerintah. Ada banyak faktor kenapa anak-anak bisa turun ke jalan seperti keadaan ekonomi yang mendesak, tidak haromisnya keluarga sehingga anak menjadi tidak betah dan tidak nyaman berada di rumah, broken home yang menjadikan anak kehilangan arah dan menemukan teman-teman yang senasib di jalanan, atau anak yang memang dibuang atau dipekerjakan di jalan baik oleh orang tuanya sendiri atau oleh pihak-pihak tertentu.

Tidak sedikit lembaga-lembaga masyarakat yang ikut berperan serta menangani anak jalanan dan mengupayakan anak-anak jalanan untuk tidak kembali ke jalanan lagi. Karena bagaimanapun juga kondisi lingkungan jalanan tidak cocok untuk perkembangan anak-anak yang seharusnya mendapat perhatian penuh dalam rangka pengembangan sumber daya manusia yang ada.

Ada beberapa hal penting yang patut diperhatikan dalam melaksanakan pendidikan untuk anak jalanan, yakni bukan bagaimana mereka mengetahui teori-teori saja melainkan bagaimana mengimplementasikannya sehingga mereka tidak lagi kembali ke jalan. Sehingga pendidikan yang dilaksanakan lebih bersifat praktis sehingga mereka bisa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari seperti pendidikan tentang reproduksi, pendidikan bagaimana cara melaporkan ke pihak berwajib jika mereka dilecehkan secara seksual ataupun menjadi korban penganiayaan, pendidikan untuk membela diri sendiri, serta pendidikan yang membasilitasi minat dan bakat mereka sehingga bias terus dikembangkan.

Kunci utama dari sebuah pendidikan bagi anak jalanan adalah kasih sayang. Karena tidak dapat dipungkiri anak jalanan merupakan kaum minoritas yang dianggap sampah masyarakat dan itu berarti hak kasih sayang mereka telah terenggut oleh pandangan dan sikap masyarakat yang merendahkan mereka.

Dibalik penampilan mereka yang kotor, kumal, dan kadang berperilaku kasar, mereka tetap anak-anak yang mendamba kasih sayang dan perhatian. Jika didekati dengan baik-baik mereka akan membuka diri dan menerima orang luar untuk masuk dalam kehidupan mereka.

2 Komentar (+add yours?)

  1. rizalihadi
    Jun 18, 2010 @ 11:34:24

    Jadi ingat temanku yang ingin menjadi guru buat anak-anak jalananšŸ™‚

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: