Pradnya Widya ditengah Minimnya Sanggar Tari

Tidak pedulinya pemerintah kepada sanggar tari klasik adalah sebuah ironi tersendiri karena secara tidak langsung sanggar tari klasik memiliki tugas penting yakni mengharumkan Yogyakarta dengan lulusan yang berkualitas.

Ketika anak-anak tersita waktunya dengan menonton televisi atau bermain internet, sanggar tari klasik makin jarang diminati. Sanggar yang berdiri tahun 1990 dibawah naungan Jurusan Seni Tari Fakultas Bahasa dan Seni UNY ini berusaha untuk menghimpun tenaga guna menumbuhkan kembali kebangkitan seni tari di Yogyakarta khususnya. Tahun 1996 sanggar yang bernama Pradnya Widya ini sempat vakum dan baru kembali aktif pada tahun 2000.

Visi sanggar Pradnya Widya sendiri adalah sebagai tempat ajang kreatifitas dan apresiasi seni budaya masyarakat dalam rangka mengembangkan dan melestarikan nilai seni budaya.

Sanggar yang saat ini digawangi oleh Ibu Dra. Trie Wahyuni, M. Pd ini saat ini sedang aktif membuka kembali kelas-kelas tari klasik seperti kelas Jogja, Surakarta, Bali dan Kreasi Baru.

Saat ini Sanggar tari yang bertempat di Pendopo Tedjokusumo FBS UNY ini memiliki 135 siswa yang terbagi dalam 4 kelas tari klasik. Mayoritas siswa yang belajar di sanggar Pradnya Widya ini merupakan siswa sekolah, dan ada beberapa mahasiswa serta masyarakat umum yang ikut serta membangkitkan dan melestarikan kembali sanggar ini.

Pradnya Widya memiliki kelebihan tersendiri dalam mendidik siswa-siswanya dibanding dengan sanggar lain. Selain lokasinya yang berada di area kampus dan mendapat fasilitas yang cukup, pendidik tari di sanggar ini juga merupakan mahasiswa seni tari yang berpredikat terbaik, sehingga proses pelaksanaan pembelajaran dan pelatihan pun disesuaikan dengan kaidah pendidikan.

Kegiatan evaluasi yang dilaksanakan oleh sanggar Pradnya Widya setiap 6 bulan sekali adalah berupa penilaian kelas serta dilakukannya pementasan untuk masing-masing kelas tari.

Sanggar Pradnya Widya yang selalu aktif di hari minggu ini menjadi salah satu sanggar tari yang masih bisa bertahan untuk mengembangkan dan melestarikan nilai-nilai budaya melalui kegiatan tari.

Harapannya akan semakin banyak lagi generasi muda yang sadar akan budayanya dan berperan serta dalam melestarikan dan mengembangkan budayanya sendiri.

2 Komentar (+add yours?)

  1. muti
    Feb 16, 2012 @ 15:38:36

    wah pengin nih sekali-sekali berkunjung ke sanggar tarinya😀
    saya juga penggemar tari🙂

    Balas

    • kloponom
      Feb 21, 2012 @ 22:01:25

      boleh sekali…^^
      kebetulan saya pribadi memang menggemari kegiatan menari baik tradisional maupun modern. Ditunggu partisipasinya dalam melestarikan kebudayaan Indonesia…^^

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: